" Petrokimia Sahabat Petani "

|

|

Search by Google
 
Company Profile
 
 
  Production
   
   
   
 
 
Management
 
 
 
 
 
 
 
 
Human Resources
 
  Facility
   
Marketing
  Product Information
   
   
   
   
  Distribution List
   
   
Distribution
  Distribution System
   
   
   
   
 
 
Community Development
 
 
PUPUK ZA
ADALAH SUMBER UNSUR HARA BELERANG (S)
DAN NITROGEN (N)

Pupuk ZA
Merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan unsur hara Belerang.

Pupuk ZA
Terdiri dari senyawa Sulfur dalam bentuk Sulfat yang mudah diserap dan Nitrogen dalam bentuk amoniumyang mudah larut dan diserap tanaman.

Pupuk ZA
Mengandung Belerang dan Nitrogen dengan kadar tinggi: 

  • Belerang 24 %
  • Nitrogen 21 %

BILA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA BELERANG, MAKA:

  1. Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif.
  2. Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah tererang hama dan penyakit.
  3. Produksi butir hijau daun menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis / kekuningan, dan hasil panen rendah.

Pupuk ZA

  • Mudah penangannya dan ekonomis.
  • Tidak menyerap banyak air.
  • Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
  • Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama.
  • Dapat dicampur dengan pupuk lain.
  • Aman digunakan untuk semua jenis tanaman.

Pupuk ZA

  • memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula, lemak, vitamin, dll.
  • Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
  • Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan (hama, penyakit, kekeringan)

MANFAAT BELERANG BAGI TANAMAN

  1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.
  2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
  3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).
  4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
  5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan).
  6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih.

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA BELERANG

  1. Tanaman tumbuh kerdil, kurus dan panjang.
  2. Pertumbuhan dan kematangan terlambat, terutama pada tanaman biji-bijian.
  3. Pada sebagian besar tanaman, daun muda berwarna hijau kekuning-kuningan, merah sampai tulang daun. Pada beberapa tanaman seperti tembakau, jeruk dan kapas, gejala lebih dahulu terlihat pada daun tua.
  4. Pada tanaman kacang-kacangan pembentukan bintil akar berkurang.
  5. Buah-buahan tidak matang sempurna dan warnanya menjadi hijau terang.
  6. Timbul bintik-bintik pada daun, seperti pada kentang.

CARA PENGGUNAAN PUPUK ZA

  • Pupuk ZA sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan untuk semua jenis tanaman.
    (Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan)
  • Pupuk ZA dapat dicampur dengan pupuk yang lain

ANJURAN PEMUPUKAN BERIMBANG

 

D O S I S P U P U K

TANAMAN    SP-36 ZA UREA  KCl
A. PANGAN
1. Padi Sawah 50-150 kg/ha 50-200 kg/ha 150-300 kg/ha 0-75 kg/ha
2. Padi gogo 75-200 kg/ha 50-100 kg/ha 100-300 kg/ha 0-150 kg/ha
3. Jagung 50-400 kg/ha 50-100 kg/ha 100-400 kg/ha 0-100 kg/ha
4. Kedelai 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 0-100 kg/ha 0-100 kg/ha
B. SAYURAN
1. Bawang Putih 170-350 kg/ha 400-600 kg/ha 150 kg/ha 200 kg/ha
2. Bawang Merah 250-400 kg/ha 400 kg/ha 150 kg/ha 150 kg/ha
3. Kentang 350-700 kg/ha 200-400 kg/ha 225 kg/ha 100 kg/ha
4. Kubis 350-450 kg/ha 200 kg/ha 200 kg/ha 50 kg/ha
5. Tomat 300-400 kg/ha 200-400 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
6. Kacang Tanah 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 25-100 kg/ha 0-50 kg/ha
7. Buncis 200 kg/ha 100 kg/ha 100-200 kg/ha 100 kg/ha
8. Wortel 300-600 kg/ha 100-200 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
9. Lombok 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha 250 kg/ha 75 kg/ha
C. BUAH-BUAHAN
1. Jeruk        
  Umur 1 tahun 440 g/ph 570 g/ph 250 g/ph  
Umur 2-4 tahun 670-1000 g/ph 950-2000 g/ph 430-1000 g/ph 670-1000 g/ph
Umur 5 tahun lebih 750 g/ph 2800 g/ph 1-400 g/ph 1500 g/ph
2. Mangga 750 kg/ha 1500 kg/ph 750 g/ph 750 kg/ha
3. Apel        
  Umur 1-5 tahun 25-65 g/ph 100-250 g/ph 50-125 g/ph 60-150 g/ph
Umur 6 tahun lebih 66-175 g/ph 320-700 g/ph 160-350 g/ph 190-375 g/ph 
4. Nenas (1-10 bln) 50 kg/ha 50 kg/ha   150 kg/ha
5. Pepaya         
  Umur 0-6 bulan 45 g/ph/3 bulan  50 g/ph/3 bulan   20g/ph/3 bulan
Umur 6 bulan lebih 90 g/ph/3 bulan  150 g/ph/3 bulan   45 g/ph/3bulan
6. Pisang 450 g/ph/th 1000 g/ph/th   500 g/ph/th
7. Anggur        
  Umur 1-3 tahun 200 g/ph/th 400 g/ph/th   200 g/ph/th
Umur 3 tahun lebih Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th
D. TANAMAN INDUSTRI DAN PERKEBUNAN 
1. Tebu 200-400 kg/ha 700-900 kg/ha   100-300 kg/ha
2. Tembakau        
  Virginia 100-150 kg/ha 250-400 kg/ha   -
Rakyat 100-200 kg/ha 200-600 kg/ha   -
Lumajang 100-150 kg/ha 200-300 kg/ha   -
Besuki 100 kg/ha 225 kg/ha   -
3. Cengkeh 200-700 g/ph/th  200-700 g/ha   -
4. Kopi (umur 1-10 th) 2580 g/ph/6 bulan 50 g/ph/6 bulan   25-160 g/ph/6 bulan
5. Lada 600-1200 g/ph/th 900-1200 g/ph/th   450-600 g/ph/th
6. Kelapa Sawit 1,25 kg/ph/th 2,25 kg/ph/th   2,5 kg/ph/th
7. Teh 200 kg/ha/th 200-300 kg/ha/th   125 kg/ha/th
Untuk dosis yang lebih sesuai, hubungi penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian setempat,

Sumber :
Anjuran Teknologi Produksi Padi dan Palawija Tahun 1987
Anjuran Teknologi Produksi Perkebunan Tahun 1992
Anjuran Teknologi Hortikulturan 1994-1995

News Index

 
  27 June 2008 11:18:17
Anggaran Pupuk Bersubsidi Tak Akan Dikurangi
 
  27 June 2008 11:07:45
Pupuk Tidak Ditambah
 
  25 June 2008 12:09:37
Revisi Permendag Distribusi Pupuk Siap Diberlakukan
 
  24 June 2008 08:23:37
Pembelian Pupuk Dicatat
 
  20 June 2008 09:25:29
Sistem Penyaluran dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi Diperketat
 
Link URL

 

 

 

PT Petrokimia Gresik

©2002 PT Petrokimia Gresik