PT petrokimia Gresik bertekad menjadi
produsen pupuk dan produk kimia lainnya
yang berdaya saing tinggi dan produknya
diminati oleh konsumen
Penyediaan produk pupuk, produk kimia
dan jasa yang berkualitas sesuai permintaan
pelanggan dilakukan melalui proses produksi
dengan menerapkan sistem manajemen yang
menjamin mutu, pencegahan pencemaran dan
berbudaya Keselematan & Kesehatan
Kerja (K3) serta penyempurnaan secara
bertahap dan berkesinambungan. Untuk mendukung
tekad tersebut, manajemen berupaya memenuhi
standard mutu yang ditetapkan, peraturan
lingkungan, ketentuan dan norma-norma
K3 serta peraturan /perundangan terkait
lainnya.
Seluruh karyawan bertanggung jawab dan
mengambil peran dalam upaya meningkatkan
ketrampilan untuk mengembangkan produk
dan jasa yang berkualitas, pentaatan terhadap
peraturan lingkungan dan ketentuan K3
serta menjunjung tinggi integritas.
MAKSUD DAN TUJUAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN YANG BAIK
Mewujudkan lingkungan yang serasi dan baik
di Kompleks Industri Petrokimia Gresik dan
sekitar perusahaan, sesuai dengan peraturan
dan perundangan yang berlaku.
PEMBINA LINGKUNGAN
Mewujudkan perusahaan sebagai pembina dan
pendukung dalam mewujudkan lingkungan yang
baik.
POLA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
1.
PENDEKATAN TEKSOSI
TEKNOLOGI
Memanfaatkan teknologi guna pencegahan
dan, pengendalian potensi pencemaran
dan pemulihan lingkungan
SOSIAL EKONOMI
Ikut berperan serta dalam pengembangan
wilayah.
INSTITUSIONAL
Pengembangan koordinasi dan kerjasama,
baik intern maupun ekstern, dalam upaya
pengelolaan lingkungan, mengingat bahwa
penyelesaian masalah lingkungan memerlukan
keterkaitan dengan berbagai pihak (masyarakat
dan pemerintah).
2.
STRATEGI Strategi yang diterapkan untuk mencapai
maksud dan tujuan adalah:
Pemilihan design/teknologi yang ramah
lingkungan.
Mengoperasikan unit-unti produksi secara
optimal dengan efisiensi tinggi, dengan
memperhatikan Mutu, Lingkungan
dan Keselamatan Kerja
Mengoperasikan unit-unit pengendali
dan pengolah limbah, serta melakukan
pemantauan rutin sebagai sarana pengendalian.
Melakukan upaya meminimalisasi buangan/limbah
dengan melakukan : - Source Reduction (material Substitution,
Process Change & Equipment Modification)
- On Site and Off Site Using (Recycle,
Reuse & Recovery)
Selalu mengupdate & mengevaluasi
peraturan yang terkait dengan pengelolaan
lingkungan.
Melakukan penataan ruang sesuai kebutuhan
dan berupaya meningkatkan daya dukung
lingkungan.
Membina kepekaan, kesadaran dan kepedulian
lingkungan
Mengembangkan
kerjasama dengan instansi terkait.
Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan
ISO 14001.
3.
ORGANISASI
Dibentuk Biro Lingkungan sebagai unti kerja
yang secara khusus menangani permasalahan
lingkungan sejak tahun 1990.