| |
AMONIAK
(SNI 06-0045-1987) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
Amoniak minimal 99,5%
- Impuritis
H2O maksimal 0,5%
- Minyak
maksimal 10 ppm
- Bentuk
cair
|
Kegunaan |
- Industri
pupuk (Urea, ZA, DAP, MAP, dan Phonska)
- Bahan
kimia (Asam Nitrat, Amonium Nitrat, Soda Ash, Amonium
Chlorida, dll)
- Media
pendingin (pabrik es, cold storage, refrigerator)
- Industri
makanan (MSG, Lysine)
|
|
ASAM
SULFAT (SNI 06-0030-1996) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
H2SO4 minimal 98%
- Impuritis
:
Chlorida (Cl) maksimal 10 ppm, Nitrate (NO3)
maksimal 5 ppm, Besi (Fe) maksimal 50 ppm, Timbal
(Pb) maksimal 50 ppm
- Bentuk
cair
|
Kegunaan |
- Industri
pupuk (ZA, SP 36, SP 18)
- Bahan
kimia (Asam Fosfat, Tawas, PAC, Serat Rayon, Alkohol,
Detergen)
- Industri
makanan (bumbu masak, MSG, Lysine, dll)
- Industri
Tekstil, spiritus, utilitas pabrik, dan pertambangan
|
ASAM
FOSFAT (SNI 06-2575-1992) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
P2O5 minimal 50%
- Impuritis
:
SO3maksimal 4%, CaO maksimal 0,7%, MgO
maksimal 1,7%, Fe2O3 maksimal
0,6%, Al2O3 maksimal 1,3%,
Chlor maks. 0,04%, Flour maks. 1%
- Suspended
solid maks. 1%
- Specific
gravity maks. 1,7%
- Warna
coklat sampai hitam keruh
- Bentuk
cair
|
Kegunaan |
- Industri
pupuk
- Bahan
kimia
- Industri
makanan (Lysine, HCl, pabrik gula, dll)
|
CEMENT
RETARDER (SNI 15-0715-1989) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
Ca2SO4.2H2O minimal
91%
- Impuritis
:
P2O5 maksimal 0,5%, P2O5
Ws maks. 0,02%
- Kadar
air bebas maks. 8%
- Fluor
maks. 0,5%
- SO3
minimal 42%
- Air
kristal minimal 19%
- Bentuk
butiran
|
Kegunaan |
- Bahan
baku pembuatan semen
|
ALUMINIUM
FLUORIDA (SNI 06-2603-1992) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
AlF3 minimal 94%
- Impuritis
:
Silikat (SiO2) maksimal 0,20%, P2O5
maks. 0,02%
- Besi
(Fe2O3) maksimal 0,07%
- Air
sebagai H2O maksimal 0,35%
- Untamped
density 0,7 mg/ml
- Hilang
pijar 110-500 C maks. 0,85%
|
Kegunaan |
- Untuk
peleburan Aluminium
|
KARBONDIOKSIDA
CAIR (CO2 CAIR)
(SNI 06-2603-1992) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
CO2 minimal 99,9%%
- Kadar
H2O maks. 150 ppm
- H2S
maksimal 0,1ppm
- Kadar
SO2 maksimal 1 ppm
- Benzene
maksimal 0,02 ppm
- Asetaldehide
maksimal 0,2 ppm
- Total
Hidrokarbon sebagai Metan maks. 50 ppm non Metan
maks. 20 ppm
- Bentuk
cair
|
Kegunaan |
- Untuk
industri minuman berkarbonat
- Industri
logam dan karoseri sebagai pendingin pada logam
(welding) dan pengecoran
- Industri
pengawetan
|
KARBONDIOKSIDA
KERING (DRY ICE)
(SNI 06-0126-1987) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
CO2 minimal 99,7%
- Kadar
H2O maks. 0,05%
- Karbon
Monooksida maks. 10 ppm
- Minyak
maks. 5 ppm
- Senyawa
belerang dihitung sebagai H2S maks. 0,5
ppm
- Arsen
tak ternyata
|
Kegunaan |
- Industri
es krim sebagai pendingin
- Media
pengawetan
- Pembuatan
asap pada pementasan
- Cold
stprage (ekspor ikan tuna)
|
ASAM
CHLORIDA (HCl)
(SNI 06-2557-1992) |
|
Spesifikasi |
- Grade
A kadar min. 32%, bentuk cair, tidak berwarna
- Grade
B kadar min. 31%, bentuk cair, warna agak kekuningan
- Sisa
pemijaran maks. 0,1%
- Sulfat
sebagai SO maks. 0,012%
- Logam
berat sebagai Pb maks. 0,0005%
- Chlor
bebas sebagai Cl2 maks. 0,005%
|
Kegunaan |
- Industri
makanan (lysine, dll)
- Industri
kimia
- Bahan
pembersih
|
OKSIGEN
(SNI 06-0031-1987) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
Oksigen (O2 ) minimal 99,50%
|
Kegunaan |
- Industri
logam (peleburan, pengelasan, pemotongan logam &
perbengkelan)
- Keperluan
medis
- Industri
kaca, batubara, dll
|
NITROGEN
(SNI 06-0042-1987) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
Nitrogen (N2 ) minimal 99,50%
- Kadar
Oksigen (O2 ) maksimal 100 ppm
|
Kegunaan |
- Industri
kimia (bahan baku amoniak, dll)
- Industri
pembersih peralatan pabrik
|
HIDROGEN
(SNI 06-0041-1987) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
Hidrogen (H2 ) minimal 79%
|
Kegunaan |
- Industri
kimia (bahan baku amoniak, oktanol, hidrogen peroksida,
dll)
|
|
GYPSUM
(SNI 15-0715-1989) |
|
Spesifikasi |
- Kadar
CaO : 30%
- Kadar
SO3 : 42%
- Kadar
P2O5 : 0,5%
- Kadar
H2O : 25%
- Bentuk
: powder
- Warna
putih kecoklatan
|
Kegunaan |
- Memperbaiki
sifat fisik tanah
- Memperbaiki
perakaran tanaman
- Merupakan
sumber Kalsium & Sulfat yang siap pakai
dalam tanah.
|
|
|