Tanya Jawab GCG

Mengapa perusahaan perlu mengimplementasikan Good Corporate Governance (GCG) ?

Banyak manfaat yang mendasari alasan mengapa perusahaan perlu mengimplementasikan GCG, secara mendasar adalah :

  • Memberikan perlindungan hak dan kepentingan Shareholders dan Stakeholders, yaitu pemegang Saham, Elemen Perusahaan (Komisaris, Direksi, Karyawan), Pelanggan, Pemasok, Pesaing, Masyarakat dan Kreditur.
  • Meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja Dewan Pengurus (Board of Directors) dan manajemen perusahaan
  • Meningkatkan kualitas hubungan antara BOD dan manajemen senior perusahaan.

Bagi BUMN perlunya mengimplementasikan GCG telah diatur dalam Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP 117 Tahun 2002 yang telah diubah oleh Peraturan Menteri Negara BUMN nomor : PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.

Apa sebenarnya pengertian dari Corporate Governance ?

Kata Governance berasal dari bahasa Perancis gubernance yang berarti pengendalian. Selanjutnya kata ini digunakan dalam konteks perusahaan dan atau organisasi lainnya sehingga menjadi Corporate Governance.

Dalam bahasa Indonesia Corporate Governance, diartikan sebagai Tata Kelola atau Tata Pamong Perusahaan.

Apa yang melatari belakangi timbulnya Corporate Governance ?

Yang melatar belakangi munculnya Corporate Governance adalah rontoknya atau jatuhnya perusahaan-perusahaan raksasa dunia seperti Enron Corporationi WorldCom di Amerika Serikat, HIH Insurance Company Ltd dan One-Tell Pty Ltd di Australia, serta Parmalat di Italia pada awal dekade 2000-an yang bangkrut gara-gara perusahaan tidak dikelola dengan baik dan bertanggung jawab, atau dengan kata lain Corporate Governance nya lemah.

Di Indonesia juga dikenal istilah Code for Good Corporate Governance atau Code for CG, apakah ini sebenarnya ?

Code for CG dikeluarkan oleh Komite Nasional Indonesia tentang Corporate Governance Policies mengeluarkan the Indonesian Code for Good Corporate Governance bagi masyarakat bisnis Indonesia. Isinya antara lain memuat hal-hal sebagai berikut :

  • Pemegang saham dan hak mereka
  • Fungsi Direksi perusahaan
  • Sistem Audit
  • Sekretaris Perusahaan
  • Stakeholders
  • Prinsip pengungkapan informasi perusahaan secara transparan
  • Prinsip kerahasiaan
  • Etika bisnis dan korupsi
  • Perlindungan terhadap lingkungan hidup
Bagaimana PT Petrokimia Gresik mengimplementasikan GCG dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan ?

PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab terhadap banyak pihak (stakeholder) baik yang mempunyai hubungan transaksi langsung maupun tak langsung, yaitu : pemegang saham, karyawan, pelanggan, pemasok, kreditur, masyarakat, dan pemerintah. Implementasi GCG merupakan suatu kebutuhan bagi PT Petrokimia Gresik dalam mengelola perusahaan untuk mempertanggungjawabkan kepada stakeholdernya bahwa PT Petrokimia Gresik dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip GCG. Implementasi GCG yang meliputi keadilan, transparansi, akuntabilitas, independensi, responsibilitas tersebut mampu mendukung perusahaan memberikan nilai bagi kepentingan stakeholder.

Ruang lingkup penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi :

1.
Komitmen

Komitmen dalam penerapan GCG diartikan sebagai aturan-aturan tertulis dan upaya perusahaan untuk melaksanakan aturan-aturan tersebut serta perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kepentingan stakeholder.
2.
Organ Utama

Organ utama dalam ruang lingkup penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Komisaris dan Direksi.
3.
Organ Pendukung

Organ pendukung dalam penerapan GCG PT Petrokimia Gresik meliputi Komite Audit, Eksternal Auditor, Satuan Pengawasan Intern (SPI), dan Sekretaris Perusahaan.
4.
Akses Informasi Kepada Publik

PT Petrokimia Gresik mempunyai komitmen untuk menyediakan informasi dan kemudahan untuk mengaksesnya.
5.
Teknologi Informasi

Kegiatan operasional dan pengambilan keputusan PT Petrokimia Gresik telah terkomputerisasi. Semua perangkat penyedia data dan informasi disesuaikan dengan tuntutan operasi perusahaan dan perkembangan teknologi.
6.
Manajemen Risiko

Manajemen Risiko didefinisikan sebagai serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengelola risiko, meliputi proses identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengendalian risiko, dan pemantauan risiko dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja. Oleh sebab itu, salah satu wujud komitmen implementasi GCG adalah dibentuknya Dep. Manajemen Risiko di bawah Kompartemen Perencanaan dan Pengendalian Usaha, di bawah Direktur Keuangan.
7.
Etika Perusahaan

Perusahaan harus menghormati hak stakeholder yang timbul berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dan/atau perjanjian yang dibuat oleh perusahaan dengan karyawan, pelanggan, pemasok, dan kreditur serta masyarakat sekitar tempat usaha perusahaan dan stakeholder lainnya. Pedoman perilaku bisnis perusahaan memuat standar etika perusahaan dan standar perilaku sebagai acuan moral dan etika bagi segenap elemen perusahaan dalam menerapkan nilai-nilai perusahaan untuk meraih dan menjaga reputasi sebagai perusahaan yang unggul dan memiliki integritas.

Sejauh mana pelaksanaan internal control di PT Petrokimia Gresik mampu mengawal implementasi prinsip-prinsip GCG ?

Sistem pengendalian internal (internal control) merupakan bagian dari praktek GCG, juga praktek manajemen, yang di dalamnya mencakup pengawasan yang memadai, etika bisnis, independensi, pengungkapan yang akurat dan tepat waktu, akuntabilitas dari seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengelolaan perusahaan, serta mekanisme untuk memastikan adanya tindak lanjut yang tepat jika terjadi praktek maupun indikasi penyimpangan dalam perusahaan.

PT Petrokimia Gresik telah membangun sistem pengendalian intern yang diimplementasikan di setiap unit kerja, yang meliputi keberadaan struktur organisasi, prosedur-prosedur operasional, pengendalian kinerja melalui Rapat Anggaran bulanan antara Direksi dengan Pejabat Eselon I/II, rapat bulanan Direksi dengan Komisaris, Pedoman Perilaku Bisnis, Etika Perusahaan, Sistem Pelaporan keuangan/Non Keuangan, Organ Satuan Pengawasan Intern, dan Manajemen Risiko. Keseluruhan sistem tersebut disesuaikan dengan tujuan perusahaan , dinamika lingkungan, dan sifat bisnis organisasi.

Melalui media-media tersebut, sistem pengendalian intern PT Petrokimia Gresik dikomunikasikan ke seluruh jajaran sehingga tercipta bentuk pengendalian seperti adanya pemisahan fungsi, otoritas berjenjang, mekanisme pelaporan kegiatan kepada atasan, pengaturan hak akses data, pengendalian dokumen, sistem wewenang yang memadai untuk melindungi aset perusahaan, berjalannya praktek-praktek yang sehat di dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap bagian dalam organisasi, tercapainya tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan tanggung jawabnya, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, konstruksi pengendalian intern PT Petrokimia Gresik sejauh ini telah mampu mengawal/mendukung secara kondusif implementasi prinsip-prinsip GCG.


Cetak Halaman

ISO

Kantor Pusat

Jl. Jenderal Ahmad Yani - Gresik 61119

Telp. : 031-3981811, 3982100, 3982200

Fax. : 031-3981722, 3982272

pkg@petrokimia-gresik.com

 

Kantor Perwakilan

Jl. Tanah Abang III no.16 Jakarta 10160

Telp. : 021-3446459, 3446645

Fax. : 031-3841994

perjaka@petrokimia-gresik.com

 

Pusat Layanan Pelanggan

Telp. : 08001636363, 08001888777

(bebas pulsa)

SMS : 0811344774

Fax. : 031-3979976

konsumen@petrokimia-gresik.com