Manajemen Risiko

Tuntutan perubahan dan peningkatan kapabilitas perusahaan memunculkan risiko (risk) dan sekaligus peluang (opportunities) bagi perusahaan. Risiko berpeluang menyebabkan tidak tercapainya tujuan dan misi dari perusahaan. Kegagalan perusahaan untuk mencapai tujuan dan misinya dapat mengakibatkan distrust (ketidakpercayaan) dari public terhadap perusahaan. Dalam kondisi terjelek dan sebagaimana yang pernah terjadi, distrust dapat menyebabkan berhentinya kegiatan bisnis.

Manajemen risiko menjadi kebutuhan yang strategis dan menentukan perbaikan kinerja dari perusahaan. Manajemen risiko diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya terbatas yang dimiliki perusahaan. Pengalokasian sumber daya didasarkan pada prioritas risiko yang dimulai dari risiko skala tertinggi. Demikian pula, manajemen risiko yang ada perlu dievaluasi secara periodik melalui aktifitas pengendalian (internal control).

Risiko dapat dikurangi dengan menurunkan peluang terjadinya risiko. Peran dari manajemen risiko diharapkan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan yang terjadi begitu cepat, mengembangkan corporate governance, dan mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki perusahan.

Implementasi manajemen risiko di PT Petrokimia Gresik dimulai sejak tahun 2003, dengan dibentuknya Tim Manajemen Risiko sesuai Nota Dinas Direksi No.1943/08/NK.01.04/04/ND/2003, tanggal 20 Agustus 2003, yang bertugas untuk mempersiapkan ”blue print” implementasi manajemen risiko. Kemudian pada tahun 2004 dibentuk unit kerja Departemen Manajemen Risiko sebagai kelanjutan tugas untuk mengelola risiko perusahaan.

Tujuan PT Petrokimia Gresik menerapkan manajemen risiko secara garis besar adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai salah satu bentuk implementasi prinsip-prinsip GCG sesuai SK Menteri BUMN No.117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002, yang kemudian diperbaharui oleh Peraturan Menteri Negara BUMN No : PER-01/MBU/2011, tanggal 1 Agustus 2011.
  2. Mampu menetapkan dan mengelola risiko-risiko yang dihadapi perusahaan, serta mengurangi/meminimalkan dampak yang ditimbulkannya.
  3. Membangun kemampuan mensosialisasikan pemahaman mengenai risiko dan pentingnya pengelolaan risiko.
  4. Membentuk proses pengelolaan risiko mulai dari identifikasi, pengukuran, pengendalian risiko sampai dengan proses pemantauan risiko, dan melakukan pelaporan untuk memastikan bahwa telah ditetapkan strategi dalam upaya mengurangi/mengendalikan risiko semaksimal mungkin.
  5. Membangun alat bantu untuk pemantauan terhadap risiko-risiko yang timbul di masing-masing fungsi perusahaan.
  6. Memastikan bahwa Komisaris dan Direksi mendapatkan informasi yang tepat untuk mengelola risiko secara optimal.

Mekanisme dalam penerapan manajemen risiko PT Petrokimia Gresik didukung oleh beberapa keputusan internal antara lain :

  1. Pembentukan Departemen Manajemen Risiko dengan Keputusan Direksi PT PG Nomor : 171/06/LI.00.01/30/SK/2004, tanggal 1 Juni 2004, tentang Struktur Organisasi dan Ketentuan Pokok Tata Cara Kerja PT Petrokimia Gresik, yang bertugas untuk mengelola pelaksanaan manajemen risiko pada seluruh Unit Kerja Perusahaan.
  2. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik Nomor: 224/07/TU.04.02/30/SK/ 2004, tanggal 13 Juli 2004, tentang Pemberlakuan Pedoman Penerapan Manajemen Risiko PT Petrokimia Gresik.
  3. Nota Dinas Direksi PT Petrokimia Gresik Nomor: 0880/TU.04.02/14/ND/2005, tanggal 1 April 2005, tentang Tata Cara Identifikasi Risiko dan Panduan Pengelompokan Risiko PT Petrokimia Gresik.
  4. Nota Dinas Direksi PT Petrokimia Gresik Nomor: 1671/NK.01.04/14/ND/2005, tanggal 30 Juni 2005, tentang Penunjukan Key Person dalam Implementasi Manajemen Risiko.
  5. Nota Dinas Direksi PT Petrokimia Gresik Nomor: 2031/TU.04.02/14/ND/2005, tanggal 1 Agustus 2005, tentang Pedoman Kodifikasi Nomor Identifikasi (No.ID) Risiko.
  6. Prosedur Nomor : PR-02-1051, tanggal 20 Desember 2004, tentang Prosedur Penerapan Manajemen Risiko.

Dalam perkembangan penerapan manajemen risiko di PT Petrokimia Gresik, ruang lingkup yang dibahas menjadi lebih spesifik dan disesuaikan dengan perubahan yang terjadi baik eksternal maupun internal. Perubahan ini melahirkan ketidakpastian yang dihadapi perusahaan dan bisa berdampak merugikan atau tidak tercapainya target-target perusahaan. Lingkup pengelolaan risiko dibagi menjadi dua yaitu Lingkup Risiko Korporat dan Lingkup Risiko Operasional.

Konsep risiko korporat dan risiko operasional berawal dari tugas dan tanggungjawab Departemen Manajemen Risiko sebagai unit pengelolaan risiko yang antara lain harus menyusun Profil Risiko Perusahaan setiap tahun sebagai pedoman Unit Kerja dalam pengelolaan risiko.

Profil Risiko juga digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Audit Tahunan oleh Audit Intern dalam pelaksanaan kegiatan Risk Based Audit (RBA) yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa rencana pengendalian risiko telah dilaksanakan dengan baik dan efektif. Hasil dari pelaksanaan RBA ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur efektifitas pengelolaan risiko dan akan dilaporkan ke Manajemen serta Komite Audit dalam rangka penerapan tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG).

Dalam profil risiko juga diperlihatkan hubungan tugas dan tanggung jawab masing-masing unit kerja serta sasaran dan program kerja untuk tahun berjalan. Dengan metodologi seperti ini, diharapkan seluruh risiko yang berpotensi mengganggu pencapaian sasaran dan target unit kerja dapat dikenali untuk kemudian dikendalikan dan dipantau secara ketat dan efektif. Jika suatu unit kerja melakukan perubahan KPI, sasaran dan program kerja pada perjalanan waktu dalam tahun berjalan, maka unit kerja yang bersangkutan perlu mengulang identifikasi dan pengukuran risiko.

Profil risiko perusahaan juga menyajikan gambaran potensi Risiko Korporat dan Risiko Operasional, dimana risiko korporat disajikan secara global, sedangkan risiko operasional disajikan secara rinci karena merupakan raw material identifikasi risiko dari seluruh unit kerja.

Lingkup Pengelolaan Risiko Korporat

Merupakan risiko yang bersumber dari luar (eksternal) misalnya kurs mata uang, bahan baku, regulasi/UU, kondisi pasar, masyarakat dan lain-lain, serta beberapa risiko yang berasal dari dalam (internal) perusahaan yang berdampak “katastropik” mempengaruhi pencapaian target/kinerja perusahaan. Misalnya machinery breakdown terhadap target produksi. Karena sumber dominan risiko korporat berasal dari luar (eksternal), maka setiap saat bisa mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Pengendalian risiko dilaksanakan oleh Manajemen, dan/atau melalui kegiatan Dalop, atau kerjasama antar Unit Kerja yang terkait.

Lingkup Pengelolaan Risiko Operasional

Merupakan risiko yang melekat pada unit kerja dalam aktifitas kegiatan operasionalnya. Biasanya bersumber dari internal unit kerja yang bersangkutan atau unit kerja lainnya dalam satu kegiatan yang terintegrasi. Sehingga dalam Profil Risiko berbasis aktifitas ada kemungkinan keterkaitan aktifitas antar unit kerja, bisa juga merupakan bagian atau turunan dari Risiko Korporat.

Pengendalian risiko operasional dilakukan oleh unit kerja dan/atau kerjasama antar unit kerja.

Dalam rangka tugas pengawasan pelaksanaan penerapan MR, Dewan Komisaris membentuk Komite MR melalui surat No.12/02/15/DK/2011, tanggal 21 Pebruari 2012, tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Komite MR PT Petrokimia Gresik.

Komite MR yang berwenang dan bertanggungjawab untuk mengkaji ulang kebijakan Manajemen Risiko, memonitor risiko utama perusahaan, memberi masukan kepada Dewan Komisaris dalam rangka perbaikan kebijakan Manajemen Risiko.

Salah satu kegiatan Komite MR adalah melakukan Kaji Ulang Manajemen Risiko secara periodik untuk mengevaluasi pemaparan perkembangan penerapan Manajemen Risiko selama periode tertentu dan potensi periode berikutnya pada tingkat Direktorat.


Cetak Halaman

ISO

Kantor Pusat

Jl. Jenderal Ahmad Yani - Gresik 61119

Telp. : 031-3981811, 3982100, 3982200

Fax. : 031-3981722, 3982272

pkg@petrokimia-gresik.com

 

Kantor Perwakilan

Jl. Tanah Abang III no.16 Jakarta 10160

Telp. : 021-3446459, 3446645

Fax. : 031-3841994

perjaka@petrokimia-gresik.com

 

Pusat Layanan Pelanggan

Telp. : 08001636363, 08001888777

(bebas pulsa)

SMS : 0811344774

Fax. : 031-3979976

konsumen@petrokimia-gresik.com