Untuk Hasil Panen Optimal Pastikan Tanah Tidak Masam

Rabu, 29 Agustus 2018 10:46 WIB  |  sahabatpetani.com

Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, kondisi tanahnya masam. Salah satu penyebabnya adalah tingginya curah hujan.  Curah hujan yang tinggi bisa mempercepat proses penghancuran mineral tanah. Kemasaman tanah juga disebabkan oleh pemanfaatan tanah tanpa jeda, dan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Ciri utama tanah masam ditandai dengan menurunnya tingkat produktivitas beberapa komoditas, utamanya  pada padi, jagung, dan kedelai. Kendala utama pertumbuhan tanaman pada tanah masam adalah keracunan Al, Fe, dan Mn (Widawati, dalam Mujib dkk, 2004). Tanah yang terlalu masam juga menghambat perkembangan mikroorganisme tertentu di dalam tanah.

Kemasaman tanah yang ideal untuk tanaman berkisar antara pH 5,5 – 7,5, tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan. Pada kondisi tanah masam kuat atau basa kuat, pertumbuhan tanaman akan terganggu. Beberapa unsur hara tidak dapat diserap oleh tanaman, karena adanya reaksi kimia di dalam tanah yang mengikat atau membelenggu ion-ion dari unsur hara tersebut.

Hal ini berarti pemupukan pada tanah masam atau tanah basa menjadi tidak efektif. Karena meskipun diberi tambahan unsur hara,  tanah tidak mampu memanfaatkannya.  Oleh sebab itu, sebelum melakukan pemupukan, pH tanah harus dikembalikan pada kondisi ideal pada kisaran 5,5 – 7,5.

Untuk mencegah terjadinya peningkatan kemasaman tanah, petani diharapkan melakukan pemupukan berimbang, dengan mengaplikasikan pupuk organik dan anorganik secara proporsional.

Menurut Balittan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, langkah tersebut dilakukan untuk mencapai status semua hara esensial seimbang dan optimal dalam tanah. Tujuannya  untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian, efisiensi pemupukan, kesuburan tanah, serta menghindari pencemaran lingkungan.

Jenis hara tanah yang sudah mencapai kadar optimal atau status tinggi, tidak perlu ditambahkan lagi, kecuali sebagai pengganti hara yang terangkut sewaktu panen. Hal ini dilakukan untuk mencapai status semua hara dalam tanah dan lingkungan tumbuh yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman.

Untuk tanah yang sudah terlanjur memiliki pH tanah terlalu rendah, harus ditingkatkan dengan menaburkan kapur pertanian. Saat ini sudah banyak dijual di toko-toko pertanian berbagai merk kapur pertanian. Salah satunya adalah Kapur Pertanian Kebomas. Kapur pertanian dengan kandungan Kalsium Karbonat (CaCO3) sebanyak 85 % ini, diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik.

Menurut GM Pemasaran dan Logistik PT Petrokimia Gresik Wismo Budiono, Kapur Pertanian Kebomas mempunyai beberapa kelebihan. Selain bisa menetralkan pH tanah, Kapur Pertanian Kebomas mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara esensial dalam bentuk tersedia, sehingga mudah diserap tanaman.

Selain itu, kata Wismo, Kapur Pertanian Kebomas bisa menetralisir berbagai senyawa beracun, baik organik maupun non organik. Manfaat lainnya adalah meningkatkan populasi dan aktivitas mikroorganisme tanah yang sangat menguntungkan terhadap ketersediaan hara tanah.

“Pengaruhnya pada tanaman, memacu pertumbuhan akar dan membentuk perakaran yang lebih baik. Sehingga penyerapan unsur hara menjadi optimal. Kapur pertanian yang kami produksi ini juga membuat tanaman lebih hijau, segar, dan mempercepat pertumbuhan,” paparnya.

Lebih lanjut Wismo menjelaskan, untuk aplikasinya cukup mudah. Kapur Pertanian Kebomas ditaburkan di atas permukaan tanah, pada saat pengolahan tanah terakhir, atau 2 minggu sebelum tanam, sebanyak 1,5 – 3 ton per hektar.

Tidak hanya untuk lahan pertanian, sambung Wismo, Kapur Pertanian Kebomas bisa diaplikasikan untuk meningkatkan pH tambak sehingga mencapai pH yang ideal. Menyediakan sumber Ca (Kalsium) yang dibutuhkan saat pergantian kulit pada udang.

“Kapur Pertanian Kebomas juga bisa memberantas hama penyakit pada ikan maupun udang, dan mempercepat proses penguraian bahan organik. Selain itu kapur pertanian ini mampu mengikat kelebihan gas Karbon Dioksida (CO2) pada proses pembusukan dan pernapasan ikan maupun udang,” pungkasnya. (Made Wirya)

http://sahabatpetani.com/2018/08/29/untuk-hasil-panen-optimal-pastikan-tanah-tidak-masam/



Kembali ke Indeks Berita |  Cetak Berita

Berita Terbaru

10 April 2019 - 10:36:10 WIB
Petrokimia Gresik Sinergi Bersama TNI AD

06 April 2019 - 22:48:13 WIB
Penetrasi ke Pasar Komersial

06 April 2019 - 21:51:22 WIB
PG Gelar Kelas Kreatif, Kembangkan Potensi Usaha Daerah

04 April 2019 - 20:52:42 WIB
Harus Bertransformasi Bisnis

01 April 2019 - 11:36:33 WIB
Menyukseskan Indonesia Bebas Sampah 2020

01 April 2019 - 11:28:57 WIB
Rahmad Pribadi Raih Anugerah GPA

29 Maret 2019 - 13:40:15 WIB
Anugerah BUMN 2019, PG Juara Kategori Inovasi Teknologi Terbaik

29 Maret 2019 - 13:28:48 WIB
Petrokimia Gresik Raih 12 Penghargaan di Ajang PRIA 2019

22 Maret 2019 - 14:39:55 WIB
Perdana di Indonesia, PG dan Polri Teken MoU

20 Maret 2019 - 15:47:05 WIB
Menuju Koperasi Skala Nasional

  1    /  149