Saat Makan Daging, Hindari Minuman Manis

Kamis, 03 Agustus 2017 09:07 WIB  |  http://lifestyle.kompas.com

KOMPAS.com - Makanan tinggi protein seperti steak, ayam panggang, telur rebus, olahan kacang, dan jenis asupan tinggi protein lainnya kerap menjadi pilihan saat pria ingin membangun masa otot atau sedang berdiet. Sayangnya, manfaat dari diet tinggi protein ternyata bisa “dihancurkan” oleh minuman bergula tinggi, seperti soda, teh manis, minuman manis kemasan, dan bahkan jus buah.

Inilah mengapa Anda sebaiknya tidak mengonsumsi minuman manis bersamaan dengan makanan kaya protein. Minuman yang mengandung gula tinggi dapat mengacaukan metabolisme tubuh (sehingga membuat tubuh cepat gemuk) saat dipasangkan dengan makanan berprotein tinggi, sebuah studi menunjukkan.

Sebuah studi baru yang terbit di jurnal BMC Nutrition tersebut mulanya berangkat dari pertanyaan “Apa yang terjadi saat Anda menggabungkan makanan sehat dan minuman yang tidak sehat? Apakah efek negatifnya lebih besar ketimbang efek positif?”

Dalam penelitian tersebut, para periset menemukan apa yang terjadi saat Anda mencampur sesuatu yang manis dengan makanan kaya protein. Hasilnya adalah penggemukan tubuh.

Periset mengumpulkan 27 orang dewasa muda dengan berat badan yang sehat dan melibatkan mereka ke dalam dua studi 24 jam. Setelah semalaman berpuasa, peserta diberi dua porsi makanan yang masing-masing mengandung 15 persen protein dan 30 persen protein.

Setiap makanan mengandung 500 kalori dan 17 gram lemak, dan salah satu porsi makan dipasangkan dengan minuman manis.

Selama penelitian, peserta studi ditempatkan di ruang kalorimeter, yaitu ruangan yang dapat mengukur aktivitas, oksigen, karbon dioksida, temperatur, dan tekanan untuk mengetahui pengeluaran energi dan pengolahan nutrisi oleh tubuh.

Hasil menunjukkan, saat peserta diberi satu porsi makanan dengan minuman manis, terjadi penurunan oksidasi lemak dalam tubuh, yaitu sebuah proses penting dalam pembakaran lemak.

"Kami terkejut dengan dampak minuman manis pada metabolisme saat dipasangkan dengan makanan berprotein tinggi," kata pemimpin penelitian Shanon Casperson, Ph.D., ahli biologi penelitian di Pusat Penelitian Nutrisi Manusia di Grand Forks AS. "Kombinasi ini juga meningkatkan keinginan makan makanan gurih dan asin selama empat jam setelah makan."

Studi tersebut menunjukkan bahwa memasangkan minuman manis dengan makanan tinggi protein dapat mempengaruhi asupan dan keseimbangan energi.

"Di sisi asupan, energi tambahan dari minuman manis tidak membuat orang merasa lebih kenyang," kata Casperson. "Di sisi pengeluaran, kalori tambahan dari minuman manis tidak mudah dikeluarkan tubuh dan justru menyebabkan penurunan pembakaran lemak.” Ayunda Pininta / Lusia Kus Anna 
 

Kembali ke Indeks Berita |  Cetak Berita

Berita Terbaru

12 Oktober 2017 - 14:23:56 WIB
PG dan PT Adhikarya Serahkan Dana CSR Untuk PAUD Posyandu Teratai

11 Oktober 2017 - 12:36:58 WIB
PG Nominasi Terbaik dalam FFN 2017

03 Oktober 2017 - 09:37:25 WIB
Mengenal Jenis-jenis Karbohidrat: Mana yang Paling Sehat?

03 Oktober 2017 - 08:32:56 WIB
PG Peduli Bencana Gunung Agung

02 Oktober 2017 - 09:37:04 WIB
PG RAIH PENGHARGAAN MAKE 2017

30 September 2017 - 02:40:36 WIB
Tahun ini, PG Berikan Bestro kepada 37 Pelajar dan Mahasiswa

28 September 2017 - 08:38:00 WIB
Bupati Bangka Tengah Harapkan Kerjasama dengan PG

28 September 2017 - 08:30:44 WIB
Juara Umum, KRPG Kalahkan 49 Klub di Jatim

26 September 2017 - 08:57:35 WIB
LELANG PEKERJAAN JASA ANGKUTAN DARAT WIL JAWA BALI 2017

25 September 2017 - 16:41:55 WIB
KOMITMEN PAKTA INTEGRITAS INSAN PG DARI TANAH INGGRIS

  1    /  123